Konsumen Indonesia lebih mementingkan hal besar (tapi jarang) dibanding hal kecil (walau sering)

Mobil Mogok

Tidak jarang Ysa temui kondisi ketika berbicara dengan masyarakat umum yang notabene telah menjadi konsumen roda dua maupun roda empat adalah tentang hal besar yang jarang terjadi (dalam artian besar yang merepotkan) menjadi salah satu pertimbangan utama dalam membeli kendaraan. Contoh nyata adalah mobil bertransmisi automatic dengan manual. Ysa sempat mendengar alasan seseorang membeli mobil dengan transmisi manual karena takut mogok sehingga tidak bisa didorong. “kalau mogoknya di jalan mungkin nggak apa-apa mas, lha kalau pas di atas rel kereta api, lha kalau banjir??” ehmmm…. bener juga sih. Dalam pemikiran Ysa hal itu kan jarang terjadi, dan harusnya pertimbangan efisiensi, kepraktisan dan kenyamanan terutama di jalanan macet (yang dialami tiap hari) menjadi prioritas. Ya itulah sedikit gambaran mengenai persepsi masyarakat terhadap pemilihan kendaraan yang cocok bagi mereka.

NV vs P200NS 3

No Kick Stater (Beda cerita)😀

Ysa sendiri tidak bisa menyalahkan akan pandangan seperti itu karena Ysa juga terkadang memiiki sudut pandang yang sama. Contoh ketika mau memilih motor matic, bebek, atau sport (belum keturutan yg sport😀 ), pertimbangan yang cukup penting bagi Ysa adalah nih motor kalau dipakai mudik nyaman opo ora ya???…😀 padahal Ysa sendiri mudik ya hanya setahun dua kali (aka jarang). Harusnya yang menjadi pertimbangan Ysa adalah nih motor untuk aktivitas keseharian ke kantor-rumah dan komuter di perkotaan. Bukan untuk long distance…. tapi disitulah satu pertimbangan yang tidak bisa dikesampingkan. Hal kecil yang menjadi rutinitas harian dikalahkan dengan hal besar yang jarang terjadi atau malah hanya sekali selama kita memiliki kendaraan tersebut.

Intinya masih banyak sudut pandang orang dalam membeli motor adalah ‘yang pasti-pasti aja’ yang murah di dompet, perawatan murah, mesin tahan banting (beneran dibanting???), spare-part banyak, bensin irit dan harga jual kembali tinggi, dll Sebuah sudut pandang yang sudah melegenda😀 . namun bukan hal yang mustahil sudut pandang tersebut berubah dengan sendirinya, karena dunia yang terus berkembang. Masih ingat ketika pertengahan tahun 2000’an ketika kita disuruh memilih Handphone maka jawaban yang paling meyakinkan adalah Nokia. Namun sekarang ketika dunia telekomunikasi berlari kencang mungkin sebagian besar orang akan menjatuhkan pilihan ke Android, Iphone atau BB. Sebuah pergeseran dari perilaku konsumen dari hanya sekedar membeli yang aman-aman saja ke membeli produk yang up to date, kaya fitur dan teknologi yang mendukung kondisi yang berkembang saat ini. So… kalo buat masbro sekalian pertimbangan utamanya lebih ke ‘aman-aman saja’ atau produk yang menunjang lifestyle sampeyan??…..

iphone, android, blackberry

Sekarang, Nokia tidak diperhitungkan???

Kurang lebihnya mohon maaf, maturtengkyu sudah mampir

9 thoughts on “Konsumen Indonesia lebih mementingkan hal besar (tapi jarang) dibanding hal kecil (walau sering)

  1. keturutan PERTAMAXXX😀
    krn skrng saya pake android, dpt disimpulkan kalo cara berpikir saya sudah mulai brubah ke “menunjang kebutuhan sehari-hari”😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s