Review Smartfren Andromax i

DSC_0123

Setelah kemarin Ysa mencoba membahas Sony Xperia E, sekarang Ysa coba memberikan review tentang smartphone Andromax i. Sebenarnya Ysa bukan seorang yang suka gonta-ganti HP. Namun karena ada sesuatu hal akhirnya ‘terpaksa’ Ysa membeli lagi android (lagi) dan menyerahkan Sony Xperia E kepada istri. dengan paket bundling smartfren dan satu slot SIM card GSM (dual on) cukup melegakan bagi Ysa mengingat keluarga dan beberapa teman kantor banyak yang menggunakan provider Fren. so nelpon jadi gratis mas bro… hehehe bukan promosi lho😀 . Akses Internet hanya bisa di akses melalui jaringan evdo smartfren sedangkan untuk GSM hanya sebatas GPRS, dan itupun Ysa tidak berhasil mengaktifkannya😀

Screenshot_2013-06-13-16-01-51

Ok lanjut ke reviewnya, kurang lebih Ysa sudah mengantongi nih HP selama 2 minggu. sehingga Ysa rasa cukup untuk berbagi pengalaman menggunakannya. Mengusung android Ice Cream Sandwich 4.1 tampilan antarmuka memang tidak selengkap Sony Xperia E yang memberikan banyak shortcut maupun widget yang berguna. Namun kualitas layar 4 inchi yang sudah IPS (bisa dilihat lebih dari satu sudut) plus kepadatan pixelnya membuat mata terasa cerah ketika memandangi layar. ketajaman yang cukup bagus untuk sebuah android seharga 1,2jt’an. Auto brightness menjadi fitur yang sangat membantu bagi pengguna ketika kita berpindah dari tempat yang gelap ke tempat yang lebih terang (otomatis kecerahan layar menyesuaikan). dari segi layar Ysa cukup puas akan Andromax i. lanjut ke body… hemmm dibalut plastik warna putih glossy dan dihiasi bezel almunium di samping body, sekilas terlihat kualitasnya yang agak murahan. Berbeda dengan yang berwarna hitam dimana pada body belakang plastik hitam doff yang menjadikan kesan lebih mewah. Secara orisinil Andromax i ini sudah dilapisi plastik anti gores sehingga tidak perlu membeli lagi secara terpisah. oh ya penempatan tombol power / lock sedikit merepotkan karena berada di posisi atas. beda dibandingkan Galaxy Y maupun Xperia E yang berada disamping kanan body (lebih mudah dijangkau jari telunjuk).

IMG_20130612_150516

memotret gambar bergerak juga lumayan

IMG_20130620_125801

Detail gambar cukup tajam

Lanjut ke kamera, dibekali kamera beresolusi 5 Mp di belakang dan VGA di depan Ysa rasa cukup untuk Andromax i. secara kualitas gambar juga cukup jernih dan tajam. Fitur Autofocus sangat membantu ketajaman hasil foto. Ysa biasanya mengetes kualitas kamera dengan memotret tulisan kecil (koran, keyboard, buku, dsb). jika gambar yang dihasilkan kabur berarti kualitas kamera tersebut tidak bagus (tidak hanya tergantung pada resolusi kamera yang besar). begitu juga ketika kamera digunakan untuk ‘menjepret’ objek bergerak. efek blur yang biasanya mengganggu bisa diminimalisir dengan baik. Selanjutnya audio, suara yang dikeluarkan melalui speaker cukup bagus atau boleh dikatakan standar (dalam ukuran telinga Ysa😀 ). Namun untuk hasil audio dari headphone Ysa akui sedikit diatas ekspektasi. suara jernih sangat terdengar jelas, bahkan ketika dicolokin ke jack audio laptop. lumayan buat ndegerin lagu-lagu rock ballads kesukaan Ysa😀

Dengan bandrol 1,199 jt rupiah smartfren Andromax i sudah memberikan proc dual core, RAM 512 mb, GPU andreno 200, kamera 5 mp, dll atau jika dibandingkan dengan smartphone lainnya mungkin setara smartphone kelas mid-end yang berada di rentang harga 2-3 jt. perpindahan antar halaman cukup smooth, menjalankan game HD juga lancar, nonton Youtube juga bening😀. Namun dari sekian kelebihan yang Ysa dapatkan ada beberapa kekurangan dari Andromax i yang Ysa pakai. pertama masalah jaringan CDMA yang tidak seluas GSM (apalagi yang EVDO). Ysa sering lost signal dirumah untuk CDMA (padahal GSM full bar). jadi Ysa nggak recomend buat mas bro yang tinggal agak jauh dari pusat kota😀 (kayak Ysa). selanjutnya sebagaimana ‘kebiasaan’ HP CDMA yang mudah panas dibanding HP GSM, hal ini juga terjadi di Andromax i….. terutama katika data paket dihidupkan sedangkan kita tidak berada diwilayah yang terjangkau sinyal Smartfren. Koneksi EVDO sendiri cukup bagus ketika full bar, mungkin setara jaringan 3G GSM (tapi masih lebih cepat HSDPA). kekurangan terakhir yang Ysa rasakan adalah daya tahan baterai. Dengan menyematkan baterai 1630 mAh ternyata tidak cukup kuat mendampingi Android ICS (yang memang dikenal boros daya). Ysa setiap pagi harus mencharge nih HP. bahkan jika kita full browsing atau main game dalam 1-2 jam saja dipastikan langsung habis tuh baterai. dan parahnya lagi untuk mencharge butuh waktu kurang lebih 3 jam juga untuk mengisi baterai secara penuh😦 (repot bila dipakai sebagai GPS).

yang bener??

yang bener??

the last dengan harga seperti yang Ysa sebutkan diatas (plus diskon 25%😀 ) tentunya fitur, spesifikasi, quota Internet, dan kamera yang menjadi unggulan dari Andromax i ini, sedangkan kekurangannya terkait material bahan, jaringan, dan baterai. harus dimaklumi jika dibandingkan dengan harganya yang masuk dalam kategori low-end smartphone.

Semoga bermanfaat, kurang lebihnya mohon maaf. Maturtengkyu sudah mampir

6 thoughts on “Review Smartfren Andromax i

  1. saya make jasa smartfrend buat modem..
    karena desa yg terpencil,akhire harus ekstra sabar..putus nyambung koneksi sering terjadi.. posting satu artikel bisa ngabisin waktu setara ngopi secangkir plus udud sebatang 😦

    • ya maklum kang, menang quota aja. anti lelet klo di kota. klo di desa brubah jd pasti lelet. Ane klo dirumah g’ pernah pake paket datanya. wong sinyale ora ono😀 (cm pas di kantor aja bs pke internetan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s