Menggunakan Gas dan Rem Berbarengan Tidak Baik (Secara Teknis)!!!

Front brake handle

Membaca artikel Mas Sayur disini yang meneruskan statement dari salah satu petinggi AHM yang mengatakan bahwa menggunakan rem tanpa mengurangi putaran gas tidak baik untuk matic, menjadikan Ysa ingat dulu ketika tes SIM. Pada kesempatan pertama Ysa gagal dan diberi pengarahan oleh Polisinya kalau kunci melewati rintangan pada kecepatan rendah adalah dengan rem. Diarahkan supaya gas dipanteng di RPM tertentu (sesuai kecepatan) dan apabila akan mengurangi kecepatan cukup rem depan atau belakang yang ditekan. Jangan menurunkan puntiran gas karena akan mengakibatkan ketidakstabilan akibat dari engine brake yang tidak bisa kita kontrol. Sedangkan jika menggunakan rem maka kontrol sepenuhnya ada di tangan pengendara.

Dulunya Ysa juga menganggap mengerem tanpa mengurangi gas adalah tindakan yang tidak tepat, dimana energi gerak dari mesin terbuang sia-sia karena terreduksi oleh rem yang kita tekan. Apalagi jika  kita menggunakan tipe motor 4 tak yang cukup kuat engine brakenya. Tidak efisien pokoknya. Tapi setelah mendengar arahan dari Polisi pas waktu tes SIM dan Ysa pernah membaca juga bahwa para pembalap motor yang mahir akan teknik rolling speed menggunakan kombinasi gas dan rem secara bersamaan agar menjaga RPM tidak drop ketika berakselerasi keluar dari tikungan (Teknik ini juga digunakan ketika sliding untuk mempersempit sudut racing line ketika menikung) akhirnya sudut pandang Ysa berubah dan malah sering mengaplikasikannya.

wpid-menyalip-sein-kanan

Secara praktek keseharian tangan kanan Ysa terutama jari telunjuk tidak pernah lepas dari handle rem depan. Ketika high speed dan butuh pengurangan kecepatan yang bersifat sementara maka cukup menekan tuas rem seperlunya tanpa mengurangi puntiran gas. Contohnya ketika akan menyalip mobil (mengambil ancang-ancang) maka gas dan rem Ysa gunakan berbarengan, ketika celah untuk menyalip sudah ada tinggal lepas remnya dan motor akan berakselerasi lebih baik, karena putaran RPM sudah terjaga di kitiran tinggi. Begitupula ketika berada di tikungan dan tanjakan, Ysa sangat jarang menurunkan kecepatan dengan menurunkan putaran gas terutama jika memakai matic, karena sering kali ketika gas ditutup, RPM turun dan mau berakselerasi yang ada tuh motor teriak tapi enggak lari-lari karena RPM terlanjur down malah lebih menyiksa mesin menurut Ysa karena shift down di tanjakan ketika RPM rendah sama aja menggunakan gigi empat di tanjakan. Intinya sih teknik ini lebih ditujukan untuk menjaga putaran RPM mesin di kitiran optimal, khususnya untuk matic yang ompong😀 (tidak memiliki gigi perseneling maksudnya) dimana power akan optimal ketika RPM motor berada di putaran yang tepat.

garry-mccoy

Master of Sliding

Terus ketika secara teknis hal tersebut dikatakan akan berakibat pada cepat rusaknya kopling beserta rumahnya, yah…. mau bagaimana lagi?? Tapi dalam benak Ysa ketika kita gas pol rem pol toh sama saja tuh motor merasa ada ‘beban lebih’ yang mengurangi kekuatan akselerasi mesin. Anggap saja di tanjakan atau ada boncenger sebesar ‘gajah’😀 karena efek rem ada di putaran roda bukan di putaran mesin. Atau mungkin secara teknis gas pol rem pol merusak kopling juga sama seperti teknik slip kopling yang khas di motor 2 Tak untuk mendapatkan akselerasi spontan (yang sangat merdu suaranya) yang cepat membikin aus kampas kopling. Entahlah Ysa sendiri bukan ahli di bidang teknik, namun jika harus memilih Ysa akan tetap menggunakan teknik rem dan gas berbarengan untuk mengurangi kecepatan yang sifatnya temporary sementara. Tapi kalau mau berhenti atau mengurangi kecepatan secara signifikan ya…….. rem pol gas blong (tekan rem dan melepas putaran gas). Yah mungkin setiap teknik ada plus minusnya, plus di handling, minus di part… atau plus di part minus di handling. itu tergantung pilihan mas bro semua.

Kurang lebihnya mohon maaf, maturtengkyu sudah mampir.

8 thoughts on “Menggunakan Gas dan Rem Berbarengan Tidak Baik (Secara Teknis)!!!

  1. wah..ada gunanya juga…
    tapi jujur saja,kadang saya juga melakukannya 😳 dg alasan spt yang sampeyan sampaikan…alasannya..? ya kalau part rusak kan ada tokonya..kalau selip dan celaka kan berabe.. 😀

    • terutama pas mudik ke jawa bonceng anak istri mau nyalip mobil.😀 (gas pol rem pol, lowong langsung gas pol)
      tp klo muter2 di kota aj ya nyantai (mosok yo sruntulan)😀

  2. Saya jg gitu mas kalo pas mudik k.brebes (luar kota),gas cuma turunin dikit…rem ditekan…shift down,,
    dan hasilnya adalah….sekarang mesin motor terdengar kletek2,kayaknya setang seher sudah oblak dibandulnya😀

    • iya emg ada resiko di part…
      tp selama tidak sering dan tidak terlalu ekstrim ya tidak terlalu berpengaruh di part mesin harusnya.
      MXq dulu selama 3 th masih normal. padahal riding style ane ya seperti itu. tp ngegasnya selalu ngurut (jarang shift down), kcuali kepepet truk😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s