Kuat Produk yang Upgrade Atau yang Downgrade??

CBR 150 & 250

Kalau secara kata pilihan antara upgrade atau downgrade tentu semuanya lebih kuat upgrade. Namun di dunia Marketing banyak sekali pertimbangan untuk menentukan apakah akan upgrade atau downgrade produk. Karena hal yang menjadi pertimbangan utama adalah Image dari produk maupun branding perusahaan. Secara garis besar pasar dibagi menjadi tiga kelas. Low End, Mid End, dan High End. Jarang sekali perusahaan yang memiliki produk High End mau membuat produk Low End karena akan mencederai image produknya yang sudah High End, sedangkan untuk perusahaan yang terbiasa mengeluarkan produk Low End dan akan mengeluarkan produk High End juga pasti akan berfikir apakah produknya bakal diterima di kelas high end, mengingat selama ini mereka selalu bermain di kelas low end…. its about prestige!!!

Zeneos & IRC

Ambil contoh yang upgrade adalah ban motor. Siapa yang tidak kenal ban merk IRC?? Hampir semua ATPM menggunakan Ban IRC sebagai ban standar di motor baru mereka. Nah masalahnya di pasaran ketika kita mau membeli ban kelas mid-end maka pilihannya pasti antara FDR atau Mizzle (silahkan ditambahi). Sedangkan ketika kita disodori IRC entah walaupun type Razor ato apalah, kita tetap menganggap ban tersebut beda kelas dengan keinginan kita (walaupun harganya sama). Image yang coba dibangun di ajang balap nasional masih belum bisa mematahkan Image ban standar IRC yang terbangun di setiap produk baru motor. So akhirnya muncullah merk Ban Zeneos, yang juga di produksi oleh Gajah Satu Tunggal. Dengan type tubless dan lebih soft kompon yang disasar adalah level mid-end. Naik kelas dan Ganti Nama (meninggalkan image IRC).

By brembo

Sedangkan untuk downgrade seperti yang dilakukan Brembo dengan merk rem Bybre. Walaupun ‘bapaknya’ sama namun ‘terpaksa’ bikin anak lagi agar nama baik bapaknya (Brembo) tidak tercederai dengan kelakuan anaknya (heheh😀 just kidding). Walaupun sebenarnya pasar low-end lebih banyak secara quantitas dan tentu saja lebih menguntungkan, namun nama besar yang dibangun di kelas high end walaupun kadang tidak terlalu menguntungkan bahkan rugi, harus tetap dijaga untuk kepentingan sang anak. Kalau bapaknya jadi presiden seperti apapun anaknya pasti akan disanjung-sanjung kan😉 .

Dari dua hal tersebut ada dua stigma awal yang muncul di konsumen (tanpa harus tahu detail isi atau daleman sebuah produk upgrade / downgrade). Ketika upgrade tidak dilakukan dengan maksimal atau setengah-setengah, maka imej yang terbangun adalah relatif sama dengan produk yang diupgrade. Sebagus apapun atau semahal apapun merk sepatu ‘Boto’ orang kantoran kelas menengah ke atas ogah menggunakannya. Nanti dikira anak sekolahan lagi😀 , walaupun secara value tuh sepatu setara bahkan lebih dari merk sepatu lain yang harganya sama. Sedangkan bagi produk yang downgrade, g’ perlu repot-repot membangun imej bagus. Karena sudah dibangun oleh sang bapak (anak ikut kecipratan), walaupun terkadang secara kualitas bisa jadi beda antara bapak sama anak. Ya contoh di dunia politik sudah menggambarkan (3 anak dari 3 presiden terakhir kita), seperti apapun mereka, semua orang disekelilingnya yang secara pengalaman dan kemampuan diatas si anak mau tidak mau harus ‘mengalah’ karena nama besar orang tuanya… koq jadi ke politik😀 .

Presiden & Anaknya

Jika ditarik ke dunia otomotif roda dua, strategi downgrade imej (bukan dari segi kualitas produk lho… ntar di kira BC) atau imej turunan lumrah dilakukan oleh Honda. CS1, Vario 125, dan CB150R cukup mewakili akan hal itu. Sedangkan Yamaha IMHO, lebih ke arah upgrade. Diwakili oleh produk Jup MX ke Vixion, Jup MX ke New Jup MX, dan V-ixion ke New V-ixion. Masyarakat awam yang tidak tahu ‘daleman’ atau detail spek hanya mengatakan cuma ganti baju, palingan mesin juga sama (atau bilang masein bebek buat sport😀 ). Sedangkan bagi CS1, Vario 125 dan CB150R akan lebih mudah memasarkannya dengan membawa nama besarSonic, PCX, dan CBR150R sebagai produk turunan mereka. Disinilah the power of marketing lebih menunjukkan kehebatannya. Bukan jual produk, tapi jual yang konsumen inginkan. Bangun keinginan setinggi langit, berikan setinggi genting😀

CB150R vs NV

Terlepas dari siapa yang akan menuai hasil dari upgrade atau downgrade, hal inilah yang bisa Ysa baca dari persaingan ATPM roda dua di tanah air. Ini tentang seni menjual, bukan hanya bagaimana membuat produk yang bagus untuk dijual. produk bagus tidak cukup bila tanpa disertai bumbu marketing yang mantap. Betul g’ mas bro?? Kurang lebihnya mohon maaf, maturtengkyu sudah mampir.

 

28 thoughts on “Kuat Produk yang Upgrade Atau yang Downgrade??

  1. wah disuruh mampir ya mampir saya mas….hehehe
    salam kenal…..
    soal down or uprade siih itu strategi jangka pendek dari produsen mas yan, selebihnya performance dan ketahanan mesinlah yg akan menentukan kepuasan konsumen. yg jadi masalah adalah ketika hasil downgrade menemukan masalah2,….apakah konsumen akan menerima? kalau produsen paling2 bilangnya: lhooo kan ini downgrade, jadi makluuum!😀

    • iya mas, lebih ke strategi pmasaran n aspek psikologis bhw yg beli mrsakn drinya mmliki produk turunan high-end. n itulah yg lbh mngena k knsumen di depan. mslh di blkg ditanggung pmbeli😀

  2. saya lebih suka produk yang di upgrade mas,,,
    produk sebelmnya saja udah teruji,kalaw upgrade ya tambah bagus

      • sekarang bukan jamannya lagi “toucing your heart” tapi “revs your heart” Bli,

        oya, anyway soal ban IRC, kok malah lebih laku FDR & Mizzle dibanding IRC? padahal IRC itu merek jepang lho, Inoue Rubber Company (mungkin biker ngga pada tau kali ye, dikira FDR & Mizzle lebih keren. IRC emang merek jepang tapi imejnya ga sekeren Bridgestone Battlax. saya juga baru tau akhir2 ini, tadinya tak kira IRC tu merek lokal, Indonesian Rubber Company).

        ban OEM CBR150R old aja pakai IRC

  3. klo secara marketing sepertinya bakal milih yg downgrade mas. knapa? si marketing ga usah capek-capek koar koar tentang keunggulan produk mereka. contoh bybre. tinggal bilang ini rem turunannya brembo italia. pasti deh diserbu konsumen. ga kuat beli brembo, turunannya oke juga

    http://www.dk8000.co.nr

    • disitulah peran sang ‘bapak’ sangat berpengaruh…. anaknya tinggal ngiiikuuuttt…..
      tp secara idealisme memang lebih baik berangkat dari bawah. karena akan membuat something new than the old man (dalam jangka panjang) dgn resiko kegagalan di jangka pendek (karena harus membangun imej)..

  4. Itu bahasa marketing ancene juosss ….setelah konsumen sepakat dengan pilihannya dengan pertimbangan…”Mboh nimbang opo aku yo ra reti….xixixxixi… ” Penting ojo ngorok,ojo oblak,ojo klotok klotok,ojo meler oli garpune.., ojo leleh mika lampune,ojo peyang peleke,ojo karatan rangkane…ojo ngibul iklane…. (Lek aku mileh seng Upgrade Mas) lek downgrade yo jelas bosok mengkone aka penyakitan…. Duit meneh…duit meneh…puzzziiing

  5. Joss, saya lebih suka upgrade, seperti teknologi komputer, pasti mengupgrade bukan mendowngrade. Imho sebenarnya kalau kita lebih bijak mungkin ahm dgn produknya bukan downgrade tetapi mengadopsi teknologi motor kelas premiumnya pada motor kelas bawahnya, seperti yamaha mengadopsi yz 450 crankshaft, cooling piston yzf r1, yang notabene berasal dari kelas premium yamaha. Hanya saja jika honda copy paste plek sama casingnya sedangkan yamaha dgn mesin berbeda bentuk tetapi memiliki kesamaan teknologi dg kelas premium.

    • Setuju mas bro. cm dari sisi marketing AHM memang mencoba memberikan produk turunan dari produk premiumnya. bahasanya aja saya ganti turunan menjadi downgrade. karena kalo sama persis malah menjadi tanda tanya… kenapa yang ini sama koq murah lha yg itu koq mahal
      sedangkan yamaha lebih ke turunan teknologinya, bukan ke arah turunan produknya. CMIIW

  6. kalo misal ada dua cewe cantik dan jelek, trus yg jelek dimakeup secantik mungkin tp cewe yg cantik dimakeup sejelek mungkin. kalo disuruh milih, mas mau pilih yg mana.. *bahas cewe lo ya bkn yg lain.. xixixixi

  7. perlu juga anda ketahui barang Yamaha bukannya Upgrade melainkan downgrade dari awalnya contoh ;

    Scorpio downgrade dari Fazer250
    Vixion downgrade dari R15
    jupiter MX downgrade dari spark135
    Byson downgrade dari FZ16

    kualitas barang downgrade baik H atau Y menurut saya sama2 kuat…
    masalah penekanan biaya pajak produksi dan material sebanding dengan biaya administrasi memang tergolong dari strategi marketing

    sebagai contoh dealer Yamaha mayoritas menjual motor dengan rekomendasi wajib kredit (cash dianggap kurang menguntungkan) jadilah kekecewaan konsumen

    dealer Honda secara pelayanan jasa service bengkelnya dan sparepartnya agak mahal dibandingkan kompetitornya dikelas yang sama.

    upgrade itu membuat teknologi + fitur
    tetapi mesin mah tetap sama aja
    riset mesin baru kan butuh waktu agak lama.
    bukan sekedar ganti baju + striping langsung dibilang upgrade sana sini??
    salah analisa seperti itu.

    • memang tidak secara garis besar pabrikan Y atau H seperti itu. (Y upgrade n H downgrade), namun bisa dibaca dari historis beberapa produk. dan saya juga membatasi bahwa up or down bukan dalam hal quality. tapi dari segi penanaman imej di masyarakat. mslah upgrade memang saya katakan jangan setengah2 (cm ganti baju). tp klo penambahan speed, penambahan RDB, penambahan ukuran Ban & velg, sensor, dan pastinya performa saya pikir cukup untuk dibilang upgrade (bukan totaly change)
      FYI, spark 135 & jup MX diluncurkan berbarengan di Thai & Indonesia th 2005 (model sama hanya beda nama).
      V-ixion diluncurkan th 2007 di Indonesia dan R.15 th 2008 di India (platform engine V-ixion)
      FZ16 aka Byson IMHO sama persis (awalnya didatangkan CBU utuh dari India, ditahun kedua baru produksi disini) CMIIW
      Scorpio 225 sudah launching sekitar th 2003 atau 2004 sebgai calon ‘pengganti’ RX-King, awalnya dengan design tanki yang mirip RX-King. untuk Fazer 250 Ysa kurang tahu pasti kapan launch di India atau Brazil, mungkin baru 3-5 th kebelakang. CMIIW.

  8. ada sebab mengapa barang kita yang dipakai selama ini produk downgrade semua.

    pertama melihat sikon laju kendaraan yang kian lama semakin rapat jaraknya. pabrikan terus memproduksi tanpa memikirkan hal tadi.

    kedua melihat bea pajak masuk sebuah mesin yang sepenuhnya disupport pabrikan (kebanyakan sekarang diproduksi di Thailand karena SDMnya mungkin diatas orang kita)

    ketiga melihat pasar Asia Tenggara merupakan tujuan suksesnya prinsipal2 mengadu nasib di negara kita, sehingga kita tidak menyadari selama ini kita dibodohi dengan kualitas yang belum tentu teruji lewat 5 – 10 tahun mendatang. kita mundur ke era 80 – 90 an adalah tangan2 murni pembuat sepeda motor paling awet ketahanan mesinnya dibandingkan era sekarang.IMHO.

    ketika motor anda dibilang canggih pada era sekarang ternyata menyadari adanya kelemahan yang tertutupi. bandingkan dengan masa lalu. beda sekali kualitasnya!

    • saya waktu kecil pernah diomongin sama kakek saya. “kenapa mainanmu cepat rusak? karena emang dibikin gampang rusak sama yang buat. kalau tetap kuat dan bagus mereka rugi karena g’ bisa jual lagi. kalau rusak kamu kan bakal beli mainan lagi. jadi yang buat bisa terus bikin mainan untuk kita”😀 just intermezzo….
      kualitas HP, TV, Laptop saat ini jika dibandingkan dengan keluaran tahun 2000an mgkn beda. secara teknologi dan fitur pasti lebih baik. tapi secara daya tahan mungkin lebih rendah.
      pabrikan jika tidak terus membuat dan menjual yg baru (teknologi & fitur baru) maka akan dianggap ketinggalan. dan akan mudah sekali ditinggalkan pasar. dulu tv LCD harganya jarang ada yg dibawah <10jt. sekarang dgn ekspansi perush Korea TV LCD, LED sudah umum harga <10jt.
      begitu jg motor. jika pabrikan jepang tetap memberikan new tech n new fitur plus mempertahankan long life durability produk, bisa jadi harga motor bakal lebih mahal dari yg sekarang. dan disitulah celah pabrikan India atau China masuk 'lagi' jika gapnya terlalu jauh.
      ada ceruk pasar yg bisa diambil sbgmn perush korea masuk ke pasar elektronik (sekarang malah cenderung menguasai). ini yg coba ditutup oleh ATPM jepang agar mereka tetap eksis di kelas mainstream. ada pengorbanan yg harus dipilih (lifetime produk). CMIIW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s