Melihat Peluang Matic Non-14” di Pasar Indonesia

zoomerx 1

Melihat Honda Zoomer X, Air Blade, Yamaha Fillano, maupun Nouvo SX yang memiliki garis desain fresh di tanah air tentunya sangat menarik hati kita untuk ‘minimal’ berharap matik-matik tersebut bakal diproduksi di Indonesia. Ketertarikan banyak biker bisa saja membuat planning ATPM berubah untuk mau mendatangkan keempat model tersebut ke Indonesia. Namun tentunya ada ‘syarat’ tertentu yang tidak menyalahi ‘norma umum pelaku roda dua’.

Di Indonesia yang mayoritas penduduknya memiliki 1-2 motor di setiap keluarga, banyak sekali pertimbangan dalam menentukan pilihan untuk membeli kendaraan roda dua. Masyarakat tidak ingin membeli sebuah motor hanya karena rodanya dua😀 , harganya murah, dsb. Faktor seperti Branding yang kuat, model bagus, multifungsi & multifitur, aftersales service ‘n value, menjadi pertimbangan yang paling utama. Pabrikan tidak boleh salah menciptakan model, karena walaupun sebuah produk dijejali fitur dan teknologi terbaik namun jika modelnya diluar pakem dan cenderung menentang arus maka produk tersebut akan mubazir. Tidak semua produk yang sukses di luar (Thailand, Vietnam, etc) juga bakal sukses di Indonesia. Study case tentang bebek matic (Revo AT & Lexam), Matic dengan dek tidak rata & ring roda 16” (Suzuki Hayate & Yamaha Nouvo), atau juga bebek sport Honda CS1. Menjadi pembelajaran bagi pabrikan. Dan terlihat sampai sekarang dua pabrikan besar Yamaha dan Honda ‘terkesan’ saling tunggu siapa yang bakal jadi first mover atau ‘kelinci percobaan’ untuk menjual salah satu dari ke-empat matic tersebut diatas.

Fillano

Empat model matic diatas menurut Ysa sangat ‘kueren’, hal ini mungkin juga diamini oleh mas bro semua yang relatif lebih melek informasi otomotif dari dunia Internet. Namun keberadaan lingkar roda yang diluar pakem matic 14 inci pastinya menjadi pertimbangan utama pabrikan untuk mau mendatangkan matic-matic tersebut ditanah air. Perlu sebuah terobosan sekaligus ‘gambling’ bagi pabrikan untuk berani memproduksinya. Dari track record selama ini mungkin hanya Yamaha dan Suzuki yang berani melakukan hal tersebut. lingkar roda 12 inci mungkin menjadi halangan terbesar untuk memproduksi matic seperti Zoomer X atau Fillano. Kondisi jalanan yang jarang mulus, plus polisi tidur yang kadang tidak perhitungan tingginya menjadi kendala di lapangan yang tidak bisa dikesampingkan. Mas bro masih ingat ketika Honda harus merevisi bentuk rangka Spacy untuk meninggikan ground clearance agar terhindar dari Polisi Tidur. Matic yang sampai dengan sekarang menggunakan velg 12 inci adalah produk Matic Kymco dan Piaggio, yang peredaraannya ‘minim’ di jalanan Indonesia.

Ariblade vs Nouvo SX

Sedangkan untuk tipe ring 16 inci mungkin untuk kendala terkait kondisi jalan tidak terlalu  bermasalah, namun identitas matic di Indonesia adalah dek rata. Selama ada ‘tonjolan’ di dek tengah maka sulit sekali penerimaan masyarakat terkait model seperti Yamaha Nouvo SX atau Honda Air Blade. Jika velg ring 12 masih mungkin diakali dengan mengganti ke ring 14 sebagaimana dilakukan AHM dengan scoopy (di Thailand pakai ring 12), maka untuk merubah ‘underbone’ ke dek rata maka relatif lebih sulit, karena harus merubah bahkan mendesain ulang rangka dan geometri motor. Kalaupun akhirnya didatangkan di Indonesia IMHO kemungkinan market yang dituju adalah kelas Premium. Yang jelas bakal setara dengan harga motor sport. Karena jika dipaksakan di harga mainstream pasti akan berbenturan dengan mindset matik = dek rata.

Melihat kondisi Yamaha yang terlihat lebih fokus ke level matic entry & mid level kelihatannya sulit untuk mencoba mendatangkan Nouvo SX, namun untuk fillano mungkin bisa merupakan ceruk pasar baru yang potensial untuk digarap. Yah minimal untuk menggantikan Yamaha Fino yang boleh dikatakan gagal. Sedangkan kemungkinan Honda mendatangkan Zoomer X mungkin cukup besar dan menurut tafsiran Ysa (kayak mimpi aja ditafsirkan😀 ) Zoomer X akan didatangkan ‘jika’ Yamaha X-Ride laku keras kedepannya. Walaupun beda segmen namun inilah jawaban Honda atas kehadiran X-Ride. Terlalu kecil pangsa pasar X-ride (matic dual purpose) jika harus di jadikan lahan ‘perang’ antar kedua pabrikan besar ini. Mending bikin market baru sebagaimana AHM dulu merelease scoopy (matic retro). Sedangkan untuk Air Blade…. Masih jauh kayaknya, lha wong matic tertinggi Honda Vario 125 saja masih laris koq. Masih menunggu lawan mengeluarkan jurus maut terakhir baru Air Blade bakal keluar. Mungkin ada tafsiran lain dari Mas bro sekalian monggo di share bareng. Kurang lebihnya Ysa mohon Maaf, Maturtengkyu sudah mampir.

Bonus:

Air Blade

8 thoughts on “Melihat Peluang Matic Non-14” di Pasar Indonesia

  1. Mulus tenan mas

    “~w̶̲̥̅̊к̲̣̣̥”=))w̶̲̥̅̊к̲̣̣̥”=Dw̶̲̥̅̊к̲̣̣̥”=))w̶̲̥̅̊к̲̣̣̥~”

  2. Zoomer X akan didatangkan ‘jika’ Yamaha X-Ride laku keras kedepannya.
    =================================================
    kemungkinan begitu,dan tampak dari situ jika jika honda bakalan mengandalkan nama besarnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s