Ijen Crater (Part 1)

hadiprajogo.wordpress.com

pict: hadiprajogo.wordpress.com

Libur Nyepi kemarin merupakan libur panjang bagi sebagian besar masyarakat yang tinggal di Bali. Terhitung mulai Minggu sampai hari Rabu (4 hari) aktifitas pekerjaan kantor Ysa diliburkan, untuk memperingati hari raya Nyepi Tahun Caka 1935. Libur panjang tersebut tentu saja tidak Ysa lewatkan untuk aktifitas rutin bagi seorang perantauan di pulau seberang😀 (Mudik Pulkam Mas Bro). Jauh-jauh hari Ysa sudah merencanakan bakal hiking ke Gunung Ijen di kota kelahiran Ysa Banyuwangi, Jawa Timur. Mengingat pada Desember tahun 2012 lalu telah diadakan lomba balap sepeda Tour De Ijen. Jalan ke Gunung Ijen dari Banyuwangi sebelumnya relatif ‘hancur’. Hanya bisa dilewati truk belerang atau mobil jeep 4WD. Lha kalau sudah ada balap sepeda yang melewati jalan ke Ijen, dalam hati Ysa berarti jalannya sudah ‘layak’ dilewati kendaraan umum. Tanya sana sini untuk memastikan, dan semuanya bilang “ok”, tanpa ragu Ysa ajak adik bungsu untuk ‘naik-naik ke puncak gunung’ (kayak lagu aja).

IMG_8495

Sejuk dan Damai

IMG_8500

Maaf Gambar Kabur (on Vehichle)

Berangkat pagi sekitar pukul setengah enam pagi, Pinjam motor ortu Honda Revo (yang punya gigi). Maklum motor Ysa nggak ada giginya, takut kagak kuat nanjak nantinya. Cuaca cerah di pagi itu membuat semangat Ysa semakin kuat, mengingat sehari sebelumnya hujan mengguyur Banyuwangi. Dan bila mendung atau hujan dipastikan pendakian ke Gunung Ijen akan sangat sulit atau mungkin malah ditutup (too dangerous). 10 kilometer awal dari kota Banyuwangi merupakan daerah pedesaan dimana kita bisa melihat keindahan Gunung dari jarak jauh disertai pemandangan sawah yang menyejukkan. Kemudian di 10 kilometer berikutnya (jarak cuma kira-kira aja) selepas dari Desa Jambu, maka areal perkebunan yang kita dapati. Berbagai jenis tanaman perkebunan baik kopi, cengkeh, sengon, maupun peternakan lebah madu menghiasi kiri kanan jalan. jalur aspal sudah menyempit hanya sekitar 4-5 meter lebarnya. Kontur aspal yang kasar serta beberapa terlihat ada tambal sulam cukup membuat si Revo mantul-mantul khas karakter suspensi Honda yang empuk. Tanjakan masih dalam batas normal, dengan perneling di gigi 2 (sesekali masuk gigi 3 untuk menurunkan RPM). Cuaca masih dingin-dingin sejuk, suasana hutan perkebunan yang sepi dengan sesekali Ysa menemui petani yang naik turun menggunakan motor lawas tanpa helm😀 membuat Ysa hanya bisa geleng-geleng kepala. Dalam hati Ysa mendoakan semoga selalu diberikan keselamatan untuk terus mencari nafkah.

Tur De Ijen

Demotic.com-Tour De Ijen : Ampun.. ampunan (dijamin)😀

Tur De Ijen 2

Demotic.com-Tour De Ijen : Bule Kagak Sanggup Nanjak (dituntun)

Memasuki 10 km terakhir (kurang lebih 30 km jarak dari Kota Banyuwangi ke Pos Paltuding Ijen) kondisi alam hutan gunung. Tidak tampak lagi pohon-pohon produktif perkebunan, yang ada hanya pohon-pohon hutan yang besar menjulang. Suhu dingin sudah mulai menusuk tulang. Tanjakan sudah semakin ekstrim, motor hanya masuk gigi satu-dua, aspal yang basah dengan kontur yang kasar, sangat membantu grip ban kendaraan menanjak. Tidak tampak lagi penduduk beraktifitas disini. Cahaya Matahari pun merupakan hal yang langka (padahal berharap bisa menghangatkan tubuh yang sudah mulai membeku kedinginan). Hanya suara serangga gunung dan burung liar yang terdengar. Benar-benar sepi tapi ramai. Kondisi aspal cukup bagus, terlihat baru diaspal, walaupun bukan hotmix namun sangat bagus untuk ukuran jalan hutan. Kurang lebih sekitar 1 jam perjalanan sejauh 30 km Ysa tempuh dengan roda dua sampai di Pos peristirahatan Pal Tuding. Ysa langsung menuju parkiran dan membayar uang parkir dua ribu rupiah. Kemudian tanpa basa-basi Ysa langsung menuju Toilet😀 (g’ kuat nahan mas bro… maklum kondisi dingin) bayar ongkos toilet dua ribu juga. Istirahat plus foto-foto sejenak dan kemudian baru naik ke puncak kawah. 3 km up on foot!!!

Lanjut next artikel ya…😀 kepanjangan kalau dibikin satu artikel. (Lets Picture Talk)

IMG_8501

IMG_8505

IMG_8507

IMG_8592

IMG_8590IMG_8591

12 thoughts on “Ijen Crater (Part 1)

  1. pulang kampung larene,ya…jiah..kari seneng lare… 😀
    kalau soal >> menemui petani yang naik turun menggunakan motor lawas tanpa helm membuat Ysa hanya bisa geleng-geleng kepala.
    >>> itu sudah hal yang biasa terlihat di kampung atau pedesaan,serba salah juga mau mengingatkan mereka,bisa nya ya…cuma berdo’a kayak mas Yanu tadi… 😀

  2. Ping-balik: Ijen Crater (Part 2) | Yanu-Sakti

  3. wahh banyuwangi emang makin menggigit sekarang!
    tunggu aja akhir tahun ini bakal ada JAVABANANA IJEN buka resto, galery & resort,,
    makin banyak pilihan untuk yang mau tour ke ijen dan sekitarnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s