Motor Masuk Tol…. Mungkinkah?

motor masuk tol

Sebuah wacana menarik yang dilontarkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk membuat kebijakan memperbolehkan motor untuk masuk tol patut diapresiasi. “Peraturan membolehkan ini. Saya sedang memikirkan dan akan meminta Jasa Marga melakukan study membuat sayap di jalan tol untuk sepeda motor” Kata Pak Dis sebagaimana dikutip dari JPNN.com

tidak bisa dipungkiri bahwa motor menjadi alat transportasi utama yang dominan dan praktis yang dimiliki oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. pemerintah seharusnya memang memberikan perhatian walaupun tidak harus diprioritaskan bagi pengguna kendaraan bermotor. Wacana yang dilontarkan Pak Dis tersebut lebih masuk akal untuk meminimalisir kemacetan yang katanya disebabkan oleh pengguna kendaraan roda dua. wacana yang lebih rasional daripada wacana membatasi jarak tempuh motor sebagaimana yang sempat dilontarkan oleh Wakapolri Nanan Sukarna (CMIIW) sebelumnya.

tiap hari 2-3 jam dibuang percuma untuk macet"an

tiap hari 2-3 jam dibuang percuma untuk macet”an

 

Motor adalah sebuah kebutuhan akan alat transportasi yang murah, praktis, bisa dibanggakan, dan nyaman???… (relatif). disaat kondisi transportasi darat yang masih semerawut baik Angkutan dalam kota, AKDP, maupun AKAP jangan berharap masyarakat akan mau pindah ke moda transportasi massal tersebut. inilah tools of transportation yang ‘wajib’ dimiliki masyarakat menengah kebawah untuk terus berkarya menghidupi keluarga dan meningkatkan status ekonomi dan sosialnya. Pemerintah tidak bisa membatasi akan hal tersebut. itu hak bagi kita kan? yang penting pengguna roda dua menaati segala peraturan lalu lintas. kalau memang mau menekan pertumbuhan roda dua gampang saja sebenarnya (tanpa harus dibatasi), naikkan tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat dijamin masyarakat akan enggan untuk beli motor. pasti mereka akan lebih memilih mobil. (termasuk Ysa😀 ) yang kedua dan pastinya perbaiki semua sarana dan prasarana transportasi umum. dan yang terakhir pemerataan lapangan kerja harus dilakukan biar SDM tidak terpusat ke kota besar. Membludaknya pengguna motor adalah sebuah impact.. kalau ingin mengurangi maka penyebabnya yang harus dibereskan. ibarat tangki air yang bocor bukan bagaimana cara menampung air yang bocor tersebut agar tetap tertampung, tapi ditambal kebocorannya atau kurangi air ke tangki air tersebut, pindahkan ke tangki air lainnya yang tidak bocor.

Jalur motor di Jembatan Suramadu

Jalur motor di Jembatan Suramadu

terkahir Ysa setuju dengan wacana penggunaan lajur tambahan (sayap) di jalan tol yang diperuntukkan bagi pengendara motor. karena hal ini juga mengakomodir mayoritas penduduk Indonesia (kelas menengah kebawah), dan sudah ada percontohan seperti di jembatan Suramadu dimana motor juga boleh dan bisa melaju di jembatan tol tersebut (walaupun ketika angin kencang jalur motor ditutup untuk alasan safety). Semoga saja wacana ini bisa terwujud dan menjadi salah satu terobosan untuk mengurangi kemacetan.

Semoga bermanfaat, maturtengkyu sudah mampir

12 thoughts on “Motor Masuk Tol…. Mungkinkah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s