Motor di India Emang Bikin Ngiri

yamaha-r15-white-model-photos

Pict : iwb

Baca artikel Mbah dukun disini, cukup membuat saya pribadi terutama, (g’ tahu kalo brosis) merasa jeles ke Yamaha India… lha ora jeles gimana wong selama ini apa yang dibangga-banggakan kita (Indonesia) di MotoGP ternyata ‘bertepuk sebelah tangan’. Maksudnya…..  tagline Lorenzo & Rossi di MotoGP itu “Semakin Di Depan”!!! bukan “Sāmanē hō rahī” (Bahasa Indianya Semakin di Depan…. translate di google😀 ). Tagline itu bukan sekedar tulisan nempel di motor atau wearpack pembalap, tapi tulisan tuh mungkin bernilai Miliaran atau bahkan Trilliunan (lihat artikel disini). Tapi apa yang kita dapat (emang diberi😀 ) Cuma produk-produk kelas 2, bukan secara kualitas nomor dua, namun kelas dua dari segi harapan para pecinta roda dua (khususnya Fans Berat Yamaha).

Ok… lihat grafis dibawah kita bahas satu-satu untuk menarik kesimpulan.. (walau kesimpulannya nanti beda-beda silahkan)

Yamaha-Medium-Term-Management-Plan

Point 1 : Tahun 2012 market Yamaha di India ‘hanya’ 400.000 unit!! (angka kasar), sedangkan di ASEAN tahun 2012 sekitar 4,2juta….. anggap saja Indonesia setengahnya (data AISI per Nov  2,2jt produksi Yamaha Indonesia), Market di India hanya 18% (400rb / 2,2jt) dari market Yamaha di Indonesia.

Point 2 : Market India akan tumbuh signifikan, sedangkan ASEAN (include Indonesia) pertumbuhan relatif stabil (tidak drastis). Penjualan motor di India (satu negara) sama dengan penjualan motor diseluruh ASEAN (10 Negara), bahkan diprediksi melebihi penjualan di ASEAN di tahun 2017.

Point 3 : memanage perusahaan di satu negara tentu lebih mudah dibanding memanage perusahaan di 10 negara. Konsumennya beda, pemerintahannya beda, peraturannya beda, Cuacanya Beda, Infrastrukturnya beda, pasti perlu penanganan yang beda juga. Padahal jika dihitung penjualan di satu negara India sama bahkan diprediksi melebihi penjualan di 10 negara ASEAN (poin 2).

Point 4 : Strategi Yamaha di India yaitu memperkuat produk massal terutama model Skuter & Low Price Model. Dibarengi dengan memberikan harga semurah mungkin (World’s lowest priced product), meningkatkan jumlah produksi dan meningkatkan jaringan pemasaran serta pelayanan aftersales bagi konsumen. Sedangkan di ASEAN strategi Yamaha memberikan difrensiasi produk berdasarkan kebutuhan konsumen dengan memberikan konsep mesin yang irit, variasi model + PF (ada yg tau PF g’? Product Facturing kah?), Low Cost PF engine & body.. (semoga low cost bukan low quality), memberikan value kepada motor lebih dari sekedar alat transportasi (aneka fitur), dan terakhir penguatan hubungan dengan konsumen terutama terkait aftersales (Service, sparepart, Community, event, dsb)

Point 5 : bantu tambahin dong kalo ada….😀

Dari ke-lima empat poin yang saya sebutkan diatas ada beberapa kesimpulan yang ingin saya sampaikan (versi saya lho..)

Pertama : untuk yang berharap motorsport fairing Yamaha, harus bersabar kayaknya. Sebagaimana dilansir beberapa media bahwa kemungkinan produk sport Yamaha di kelas 250 bakal didahulukan penjualannya di India. IMHO …. untuk segmen light sport kiblat Yamaha di India (Fazer & R.15) sedangkan matic berkiblat ke Thailand (Mio J, Fino, Xeon)… Indonesia ??kiblatnya moped (Jupiter series, Vega) + Bonus Vixion😀 CMIIW .. jd jangan berharap terlalu banyak akan kehadiran R4, Nouvo SX, Fillano, apalagi FZ series, R6, R1, Fazer, & product number one Yamaha global lainnya!!

Kedua : Market di India sangat-sangat menjanjikan untuk penjualan roda dua, karena selera masyarakat disana ‘sedikit’ tertinggal dibanding Indonesia terkait masalah motor (khususnya LPM) sehingga pengembangan motor akan lebih mudah. Cukup dikasih motor dengan harga 7-10 jt pasti laris koq, walaupun rem depan masih teromol (produk di Indonesia masih adakah rem depan tromol?). hal ini tentu lebih mudah dan murah bagi pabrikan (khususnya divisi R&D).

Ketiga : paradigma pengguna motor di ASEAN (khususnya Indonesia) sudah berubah tentang motor. Motor tidak dianggap hanya sebagai alat transportasi, lebih dari itu!!… kalau perlu motor itu bisa kencang, irit, modis, perawatan mudah, ngangkut banyak penumpang n barang buat mudik, bisa buat dagang atau cari kerja, tetep safety, dan yang lebih parah mintanya harga murah.. it’s fact bukan? Ini yg bikin pabrikan ‘mumetz’ dan repot di terutama di divisi RnD & Marketing.

Keempat : ya walaupun India potensi yang digali bisa lebih mudah dan murah (bagi pabrikan), tapi ingat juga… di Indonesia jugalah mereka meniti penjualan motor sejak tahun 70’an, sampe sekarang berapa ‘T’ yang sudah dihasilkan dari Indonesia… dan ketika konsumen Indonesia menuntut ‘upgrade’ model koq malah tidak diprioritaskan. “Lw olang udah pernah owe kasih banyak, eh eh eh sekalang ….gw pngen beli yg bagusan dikit dari lw olang, koq malah kagak ngasih… owe beli nih.. bukan owe minta ke lw olang” (kalo baca pake logatnya Sule, terus sambil Tepok Jidat pake’ koyo’nya si  Shinchan)..😀 dalam hati ngedumel.. pelit amat sich…hadehhh…

sule ada kodok

Kelima : Minta tolong ditambahin di kolom komentar😀

Secara pribadi Ysa salut sama Awaskaki yang mau ngasih produk kelas dunia dimari, atau sama Sayap Merah yang masih mau ngasih walaupun dibandrol di level premium (untuk kelas standar), kalo ama Sizuki sih sudah kadung putus harapan.. lah sekarang si Ahamay ….. jual Genset ajalah…😀

Kurang lebihnya mohon maaf, ini blog kadang buat berbagi pengetahuan, kadang juga buat mengajak kebaikan, dan kadang juga buat Curhat.. Mohon dimaklumi dan dipahami… kalo kurang puas silahkan dikomentari…. Maturtengkyu😀

15 thoughts on “Motor di India Emang Bikin Ngiri

  1. Maka dari itu kan harusnya R n D na pindah indonesia kan maunya product Ӌǡŋǥ lebih.
    Nek R n D na ttp ng india bakalan kbagian produt KW trus indonesia ini.
    Nek penjualan Y ng Indonesia dah sampe titik plg rendang bru mgkin mau byong product global Y.
    (Tp mgkin para Fans berat nya dah pindah kelain ati )

    • IMHO RnD Y di indonesia lebih bagus dr India.. namun top managemen dimari kalah kuasa dgn orang jepun.. jadinya Bolywood lebih diistimewakan (karena lebih menguntungkan dr sisi penjualan). bs diliat dari selera motor indihe modelnya ky’ bgimana? lebih gmpang buat motor disana… g’ perlu EURO 3 sgala… asal ada mesin n 2 roda😀

  2. rata-rata FBY kan masih anak
    TK..
    dibilang motor lemot 9a terima..
    dibilang motor jadul SoHC ga
    terima..
    dibilang suka “ee” dicelana ga
    terima..
    dibilang motor sport rasa bebek
    ga terima..
    dibilang motor maling ga terima..
    dibilang sales outsourcing
    yamampus ga terima..
    dibilang deltabox karatan abal-
    abal asli almunium dari jepun ga
    terima..
    dibilang larinya lemot tenaga
    wedok ga terima..
    dibilang anak TK/sinchan muka
    bloon ga terima…
    dibilang komstir oblag ga terima..
    dibilang shock ambles ga terima..
    dibilang velg gea-geol ga terima..
    dibilang motor bencong 9a
    terima..
    dibilang semakin didepan alias
    diasapin terus ma bebek ga
    terima..
    mau’y FbY kan Motor y9 penting
    ada embel-embel teknologi Moto
    GP..
    sepeda anak TK sih ane percaya
    lebih cepat dari nu pikong..
    Kata FBH..FBK..FBS..
    FBY mah cocoknya les biola..atau
    piano..cocok buat anak TK SLB..

    • weeew…weeeww, santai aj bro… semua FB pasti ada kurang lebihnya (g ada yg sempurna), just advice sbg FB harusnya saling mndukung produknya saja.. bkn saling menjatuhkan. Cinta Indonesia, Cinta Perdamaian..
      Keep brotherhood… mungkin ada kalanya kita benci, namun ada baiknya tetap saling menghargai…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s