Jilbab Tidak Sama Dengan Helm!!!

Helm no Jilbab

Sebuah saran dan ajakan bagi kita semua untuk sadar dan mau menggunakan helm sebagai bagian tidak terpisahkan dari Motor. Bagi saya sendiri yang baru tinggal di Bali sebenarnya cukup miris melihat fenomena jilbab = helm. Mungkin bagi pembaca yang tinggal di Bali sudah umum hal ini dilihat dalam keseharian di jalan raya.

Pernah dengar cerita ketika seorang teman mau mudik ke Jawa dan ternyata ada teman cewek yang mau nunut (numpang), namun karena helm hanya satu akhirnya si cewek ini diminta untuk memakai jilbab. Ajibnya perjalanan dari Denpasar ke penyebrangan Gilimanuk (100km) pada siang hari sama sekali tidak ada halangan (bebas dari tilang), lewat depan polisi pun no problem. menurut teman saya disini lebih bebas masalah helm, tidak memakai helm asal pakai jilbab atau atribut keagamaan relatif ditolerir. hemmm … agak ngelus dada jg sih, jd ingat di jawa jg banyak yg tiap Jumatan banyak jama’ah yg tdk pake helm, dengan alasan pakai songkok maupun sdh wudlu (basah).

Apapun alasannya harusnya helm merupakan sebuah piranti wajib motor, mau jumatan, mau pengajian, mau beli permen di jalan seberang, atau mau jalan di desa yg g ada polisi, helm wajib digunakan. dan pastinya tolong jangan menggunakan alasan agama untuk melanggar aturan ataupun membahayakan diri kita. Coz agama apapun pasti menganjurkan kita untuk menjaga keselamatan diri kita dan keluarga, CMIIW. Bukan sok idealis masbro.. tp saya sudah sering mendengar kecelakaan yg mengakibatkan kematian karena penggunanya g’ pake helm… padahal cm lewat jalan kecil dan kecelakaan tunggal (jatuh dari motor). kepala terantuk trotoar atopun aspal sehingga mengakibatkan luka kepala dan tidak terselamatkan. Pernah baca di salah satu majalah otomotif bahwa ketika kita tabrakan dengan kecepatan 40 km/jam saja itu sama dengan kita jatuh dari ketinggian 6 lantai (yo pasti moddiaarrr). bs dibayangkan seandainya kita jatuh dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam tanpa menggunakan helm bagaimana kondisi kepala kita.

Last.. mari kita biasakan menggunakan helm karena kesadaran akan keselamatan kita, bukan karena keharusan dari aturan lalu lintas. begitu jg anak dan istri kita, toh apa sulitnya menggunakan helm daripada menanggung resiko jatuh n cidera kepala. hal kecil yg bisa mengakibatkan resiko besar.

Keep safety riding, semoga bermanfaat.

Rossi Helm

16 thoughts on “Jilbab Tidak Sama Dengan Helm!!!

  1. Betul banget Mas Bro
    Kejadian temenku (innalillahi) pulang Jumatan naek motor gk pake helm (jarak masjid dg kantor hanya 100m) senggolan dg mobil, akhirnya meninggal. Padahal kecepatan gk lebih 40kpj.

    Budayakan safety riding dan defensive driving

    • Innalillahi… trut berduka cita mas bro
      yg paling bhya ibu2 klo boncangan cewek (mghadap ke kiri), klo jtuh kekanan (bagian blakang tubuh) pasti g bs respon apa-apa, dan resiko kepala belakang langsung membentur aspal… keep safety aj bro baik rider maupun yg dibonceng…

  2. Wah, brarti sama mas kyk di mataram lombok, sering ga pake helm gitu.. Sy udah pernah terlempar di kcepatan 60-70kmh krna telat ngerem dari 90kmh gara2 tukang ojek nyebrang n tanpa punya spion + tanpa aba2 sebelum nyebrang, terlempar 8m , tpi slamat tanpa lecet sdikitpun (pake helm n jaket) .. Ngeness emang pake motor bebek wkt itu wkwkwkw nice artikel mas (y)

  3. Ping-balik: Maksudnya Apa?? | Yanu-Sakti

  4. Betul mas bro,wajib pake helm demi melindungi organ kepala kita.
    Yg pasti jaga dan hargai lengkapnya anugrah yg kita terima.kalo biasa naik motor trus gak pake helm nyia2in namanya.so pasti mari smua bertanggung jawab pd kewajiban kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s