Touring melewati Bali Utara

Berbagi pengalam aj nih brosis. Kemarin seminggu sebelum Idul Adha saya mudik dari Tabanan, Bali ke Banyuwangi. Itung-itung umur masih muda hehehe… (29 th), tenaga masih ok, kesempatan ada (istri dah mudik duluan). Sayapun merencanakan mudik melewati jalur yang ora umum, via Bali Utara. Bagi yang tinggal di Bali sich pada tahu kalau jalur utama via Selatan. nih ane gambarin via Google Maps rute ane (sekitar 138 km jaraknya)

Rute Tabanan-Gilimanuk via Bali Utara

Ok, minggu pagi dah siap-siap sekitar pukul 7:30 Wita. badan dah mandi, segar, motor dah ready, bensin full tank, sayang pake motornya bini (si Fino) motor ane sendiri Jup MX tapi karena proses perpanjangan pajak si MX ane kandangin dulu. start sekitar 07:45 via marga sampai dengan Baturiti Tabanan jalanan lancar. jadi walopun tanjakan ane tetap bisa melaju kencang. Sampai di Danau Beratan atau yang terkenal sebagai Bedugul (liat di uang pecahan 50rb) kondisi masih sepi lancar (biasanya jam 10 keatas dah rame nih tempat). Setelah melewati Bedugul selanjutnya ada danau Buyan, jalannya ngeri bin menantang bro, tanjakan plus tikungan konde membuat ane nyesel pake si fino. biasanya kalo ketemu beginian nich bikin adrenalin naik, bawaannya pengen nikung mereng-mereng samapi footstep ngegasruk aspal baru terasa puas.. tp tetep safety riding bro.

Sampai di pertigaan kalau lurus ke arah singaraja ane belok ke kiri (putar balik) via seririt. Namanya jalan Munduk-Wanagiri tepat disamping atas Danau Buyan dan Danau Tamblingan atau disebut juga danau kembar. Pemandangan dari atas danau sangat ajib bro… banyak tempat istirahat untuk melihat-lihat pemandangan disana. suasana sejuk dan damai sangat terasa disini. karena posisinya disamping atas danau terlihat sekali keindahannya, dan tak lupa juga saya mengagumi penciptaan Sang Maha Kuasa disini. Bagi yang mo menikah, tempat ni cukup bagus dijadikan tempat foto preweddingnya. Nih fotonya (sory kameranya murahan jd kurang bagus hasilnya):

Pemandangan Danau Buyan dari Atas

Foto-foto sebentar (sayang g’ ada yang motoin ane, jadinya cm bisa foto pemandangan aj), lanjut lagi jalannya. selanjutnya menuju daerah Munduk dengan kondisi jalan yang relatif sempit (hanya skitar 5 m lebarnya), berkelok-kelok, dan cenderung turun. dan inilah yang ane suka di Bali… jalannya relatif mulus-mulus (hotmix) walaupun jalan kecil beda sama sebagian jalan di Jawa yang banyak bergelombang n berlobang. yah mungkin karena disini daerah tujuan wisata jadi pemerintah harus benar-benar memperhatikan kondis infrastruktur pendukungnya terutama jalan-jalan menuju tempat wisata. lanjut lagi ke perjalanan, melewati daerah perkebunan rakyat yang banyak ditanami pohon cengkeh plus turunan dan tikungan tajam benar-benar membikin hati gundah… lho koq bisa?? disatu sisi ane ingin menikmati indahnya pemandangan tapi disisi lain ane g tahan kalau disuruh pelan, akhirnya ane pilih melaju “sedikit” kencang sambil liak-liuk mengikuti tikungan-tikungan tajam sambil sesekali berlagak ky’ pembalap amatir (lebay mode on)… dalam ati jarang-jarang touring sendiri (biasanya sama istri), mumpung lagi sendiri bisa bebas ber”ekspresi” diatas si fino😀

sekitar 45 menit melalui jalan kecil keluar masuk desa dan perkebunan akhirnya sampailah ane di Seririt, melewati pasar kemudian ketemu dengan jalan utama Seririt-Gilimanuk. Suhu yang berubah drastis dari daerah pegunungan ke daerah pantai membuat badan sedikit berkeringat karena kepanasan. Dari seririt ke Gilimanuk kondisi jalanan sangat sepi, tidak terlalu banyak truk atau bis yang melewati jalur ini. Beda dengan jalur selatan yang bikin capek bagi biker ketika harus mendahului banyak kendaraan yang berjalan merayap di belakang truk menunggu antrian untuk menyalip kendaraan besar didepannya. Jalan yang lebar, mulus, minus kelokan plus kondisi sepi membuat si fino bekerja lumayan berat, hehehe… ane full throtle tuh motor… tapi sayang top speednya mentok di 90 km/jam on speedo. Padahal kalau bawa MX mungkin bisa digeber rata-rata 100 km/jam di jalan seperti itu. Daerah seririt-gilimanuk termasuk daerah kering terlihat dari kondisi tanah yang sangat-sangat kering menandakan jarang turun hujan disini, sehingga terkadang ketika angin bertiup agak kencang debu-debu beterbangan sedikit menggangu pandangan saya.

Sekitar 1 jam kemudian saya sampai di Pantai Pulaki, berhenti sejenak melepas lelah sekaligus melihat pemandangan pantai yang sayangnya lagi surut. Minum air mineral disertai hembusan angin pantai sedikit membuat saya mengantuk. setelah istirahat sejenak lanjut lagi perjalanan ke Gilimanuk, melewati West Bali National Park kurang lebih sepanjang 8 km saya lalui dengan santai, mkasudnya gak ngoyo… karena melewati hutan sendiri tanpa teman tanpa lawan (benar-benar sepi tuh jalanan). kanan kiri hanya ada pohon jati dan beberapa pohon hutan lainnya. sekitar 15 menit kemudian akhirnya sampai juga saya di pertigaan Gilimanuk, belok kanan ke arah pelabuhan, beli tiket, dan langsung masuk fery. tak terasa kurang lebih sekitar 3,5 jam perjalanan dah saya lewati. Namun anehnya badan tidak terlalu terasa capek, beda ketika saya melalui jalur selatan via Jembrana. Mungkin kondisi capek atau tidaknya terpengaruh juga oleh pikiran. Dimana kalau lewat selatan saya sering bergumam dalam hati “lagi-lagi ketemu antrian mobil di belakang truk” belum lagi kelakuan pengemudi mobil yang menyerobot jalur berlawanan untuk mendahului kendaraan walaupun ada pengendara motor di jalur berlawanan yang terkadang bikin saya mengumpat dalam hati dan mendoakan semoga tuh mobil selamat sampai tujuan (g’ boleh mendoakan yg tidak baik kan?).hehehe… sedangkan via jalur Utara walaupun lebih jauh sekitar 20 km dan lebih lama 1 jam tapi pikiran tetap fresh g capek nyalip antrian mobil dan bisa menikmati pemandangan yang indah. Itulah pengalaman saya touring mudik melewati jalur Bali Utara siapa tahu bisa menjadi referensi bagi biker yang suka touring atau melakukan perjalanan di Bali. Semoga bermanfaat.

Tambahan foto selama perjalanan:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bonus...

3 thoughts on “Touring melewati Bali Utara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s