Cerita Masa Kecil

Ketika saya masih kecil (usia 10 th) saya sangat suka dunia otomotif, hal ini wajar untuk anak laki-laki pada waktu itu. ketertarikan saya pada dunia otomotif (khususnya roda dua) dimulai ketika saya diajak oleh ayah saya untuk melihat kejuaraan Motocross (g tahu level kejurda atau kejurnas). saya masih ingat nama crosser seperti Jhony Pranata yang memenangi race waktu itu. Sejak saat itu saya melihat  bahwa seorang pembalap kelihatan keren, dan tentu saja saya mencita-citakan untuk menjadi seorang pembalap. Namun keinginan untuk menjadi seorang pembalap sulit untuk terwujud mengingat keluarga saya hanyalah keluarga biasa-biasa saja.

Didekat rumah saya ada sebuah perkumpulan pemotor atau biasa kita kenal geng motor, kalau g’ salah namanya GBT (Grass Banyuwangi Track). setiap kali ada balapan mereka pasti ikut, baik itu resmi maupun non resmi. saat itu motor-motor favorit yang digunakan untuk ajang balap semacam Suzuki RGR, Suzuki Cristal, Yamaha RZR, RX-King, & Force 1. suatu ketika ada road race di alun-alun kota Banyuwangi, saya memberanikan diri untuk datang melihat. namun karena tidak punya uang saya berusaha mencari jalan tikus agar bisa masuk ke arena sirkuit (tapi tetap saja tidak nemu). akhirnya dari celah pintu masuk saya mengintip jalannya balapan, sampai akhirnya ada seorang bapak-bapak penjaga pintu menghampiri saya. saya sempat mau lari (dikarain mau diusir), ternyata saya diperbolehkan masuk gratis (mungkin beliau iba melihat saya mengintip sambil berpanas-panas ria). Sukurlah saya akhirnya bisa menikmati balapan aspal untuk pertama kali. Pada saat itu pembalap belum sekeren sekarang, baik dari wearpack maupun motornya, bahkan ada pembalap yang menggunakan baju mekanik, helm, sarung tangan tukang dan sepatu boot tukang naik Suzuki Cristal tanpa ada satupun body motor yang nempel (hanya mesin dan kerangka doang)😀 . Kalo jaman sekarang, bakal jadi bahan tertawaan penonton di sirkuit tuh…

itulah awal mula saya sangat menyukai dunia otomotif sampai sekarang, apalagi ketika tahun 1994 keluarga saya akhirnya memiliki tv berwarna 14″. seingat saya hanya ada 3 chanel waktu itu TVRI, RCTI dan SCTV. Setiap hari minggu di RCTI selalu menyiarkan siaran tunda GP 500 & F1. jadi sejak 1994 sampai sekarang saya selalu mengikuti perkembangan balap Grabd Prix. Saya sendiri mempunyai kliping gambar otomotif (dari koran) yang saya jadikan buku, hal ini saking sukanya n pengennya saya punya motor “keren”. Pernah suatu kali ketika ada balap motocross di Tambaksari, Surabaya (tahu via koran) saya memberanikan diri untuk minta motor Pee-wee 50cc agar bisa ikut berlaga disana. hal ini saya lakukan karena termotivasi dengan berita di koran yang menyebutkan ada seorang pembalap cewek cilik (dari Australia) yang berlaga di kelas 50cc. Namun sayangnya keinginan saya tersebut ditolak mentah-mentah oleh ayah saya. hal ini saya maklumi sekarang ketika saya sudah mempunyai anak, banyak pertimbangan bagi orang tua untuk memenuhi keinginan sang anak (apalagi yang berkaitan dgn ekonomi) hehehe.. pengalaman pribadi.

Salah satu pelampiasan nafsu … hasrat saya di dunia balap akhirnya saya limpahkan pada sepeda BMX milik saya. Saya selalu ngebut mengendarai BMX saya ketika berangkat sekolah (walopun sampai sekolah bau keringat g karuan) tapi saya sangat puas apabila sampai hanya dalam waktu 5 manit (jarak ke sekolah + 3 km). Seingat saya 3 kali garpu depan BMX saya dilas karena patah (keseringan buat belajar standing)… terakhir ketika ada sirkuit balap BMX (sperti sirkuit cross mini) saya latihan disana (padahal tangan masih diperban habis ditabrak motor) sampai garpu depan sepeda mau patah lagi, biar g dimarahin akhirnya saya gembosin ban depan kemudian sepeda saya tuntun pulang. Ketika sampai di rumah sempat ditanyain kenapa dituntun saya bilang bannya bocor.. (hehehe pinter boong yah). dan apesnya keesokan harinya ayah saya mengecek tuh BMX, dan ketika setir dipegang.. gdubrakk…. garpu depan copot (patah).. hehehe saya cuma meringis takut dimarahin lagi. ketika ditanya saya bilang tidak tahu… hehehe… akhirnya tuh sepeda disuruh ngelas lagi garpunya di bengkel las untuk ketiga kalinya.

Bersambung

2 thoughts on “Cerita Masa Kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s