Walaupun masih sebatas wacana dan sudah lama sekali dihembuskan namun tidak ada salahnya dibahas dari sudut pandang lain. Sebagaimana dimuat dalam berita Kompas.com (disini) bahwa Bali akan mempunyai sirkuit F1 yang letaknya di daerah Tanjung Benoa, Badung dengan luas sirkuit diperkirakan sekitar 100 hektar. Untuk saat ini masih dalam proses pengurusan ijin di Pemprov Bali.
Sentul bakal punya temen nih…. tapi, melihat lokasi Tanjung Benoa yang sebagian besar sudah berdiri hotel dan resort-resort mewah yang tarif per kamar termurah kisaran 6-7 jt per malam (kata seorang penjual aksesoris di daerah sana)… Cuma buat pindah turu tok kui??
mungkin IMHO agak berat untuk merelokasi usaha pariwisata yang sudah berdiri. Tapi masih ada harapan di sekitar teluk benoa asal dilakukan reklamasi pantai besar-besaran (diuruk pake tanah tuh tanjung sampai terbentuk daratan baru), dan mungkin hal tersebut menjadi masuk akal mengingat sangat sulit untuk membeli tanah maupun property yang ada di Bali, sebagai informasi saja di Nusa Dua (sekitar Tanjung Benoa) harga tanah per 1 are (100 m2) kisaran 1-2 Millyar, lha kalau 100 hektar (1.000.000 m2) maka minimal butuh dana 10 Trilliun (Hanya tanah saja
), jelas tidak masuk nilai ekonomis untuk sebuah sirkuit balap. Solusinya ya bangun di atas laut / pantai, Cuma ijinnya yang sulit, Monggo dicek via Google maps lokasi yang memungkinkan
Dengan nama besar Bali di dunia pariwisata internasional tentu tidak sulit mendatangkan para wisatawan kemari, toh setelah selesai nonton Balapan mereka bisa langsung berwisata lainnya, bandingkan dengan Malaysia atau Qatar yang lokasi sirkuitnya jauh dari pusat kota. Tapi perlu diingat juga bahwa kondisi pulau Dewata khususnya transportasi sangat kurang mendukung akhir-akhir ini. Jalanan sempit (dan sebagian tidak bisa diperlebar) ditambah terlalu banyaknya kendaraan bermotor menjadikan Bali khususnya Denpasar dan Badung daerah rawan macet yang dapat mengganggu kenyamanan turis menikmati wisata di Bali.
Jika nantinya sirkuit ini benar-benar bisa terealisasi harapan saya dan mungkin masbro semua pasti menginginkan sirkuit tersebut kelak juga bisa digunakan untuk MotoGP, mengingat fans MotoGP di Indonesia jauh, jauh, dan jauh lebih besar dibanding fans F1. Karena tidak semua sirkuit F1 bisa digunakan untuk MotoGP (contoh : Monaco & Singapura). Jika balap mobil sirkuitnya bisa langsung dibatasi tembok pengaman, namun untuk balap motor harus ada gravel area untuk mengantisipasi apabila ada accident di balapan. Tentunya potensi Indonesia sebagai penyumbang penghasilan terbesar bagi pabrikan Jepang yang eksis dan mendominasi balap MotoGP sudah seharusnya didukung oleh pemerintah pusat maupun daerah, dengan memfasilitasi pembangunan sirkuit balap bertaraf internasional di Indonesia. Begitupula ATPM harus ikut serta melobi pemerintah agar mau memberikan ijin, sehingga masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi objek pabrikan jepang (dalam hal jualan), namun bisa menjadi subjek (pelaksana) baik event maupun balapannya. Kebayang gak nonton MotoGP di negara kita sendiri??
Kurang lebihnya mohon maaf dan silahkan ditambah atau dikurangi sendiri, Maturtengkyu sudah mampir




bingung juga, si bernie eclesstone bahkan dulu max mosley lebih mendukung Bali hanya menjadi tempat wisata murni… tempat yang tenang untuk bersantai
Dari sisi bisnis klo sirkuit itu dbangun d bali tentu sangat menguntungkan, namun jg konsekuensinya ketenangan agak berkurang. IMHO
semoga aja bisa rampung https://brigade15.wordpress.com/2012/12/27/akhirnya-blog-ane-punya/
Amien…
ya moga bisa bener bener terrealisasi, jadi ada tambahan tempat wisata baru, ndak hanya yg udah ada tok, kalo diberi sentuhan arsitektur bali, wah pasti unik indah ndak ada duanya.
amiin
Yang saya dengar malah circuitnya akan di buat di Lombok (NTB) namun didanai oleh pemprov Bali
klo ga salah di Mandalika, Lombok.
cmiiw
jalan disini memang masih kecil cukup untuk 2deret mobil, tapi sekarang udah dibangun jalan tol dipinggir pantai menghubungkan ketanjung benoa bandara dan denpasar, dan juga ada poject underpas simpang dewa ruci, jadi untuk penonton kayakna dari bandara langsung naik taksi bisa langsung turun di samping sircuit tu< liat aja ada garis putus2nya
ya smga bener (dan terwujud) itu tempat sirkuitnya
gak mungkin bro JDP bwt mengurai kmacetan rencana sirkuit gak terealisasi
saya pernah tinggal di sana 3 tahun.. (nusa dua) sangat susah membeli tanah di sana kecuali ada campurtangan para tetua adat..,perlu pendekatan yang ‘lebih’..
betul mas bro, pemerintah pun g bs sembrangan mau bangun dsni..
Udah capek sama berita-berita yang isinya cuma wacana kayak gini… gak pernah terwujud
wacana membangun sirkuit di Bali udah ada dari tahun 90-an, tapi nyatanya, sampai skrg nggak terwujud…
Tapi semoga beneran terwujud deh rencana kali ini, soalnya Thailand aja udah mau bikin sirkuit jalan raya Bangkok, masa’ Indonesia nggak???
Sebenarnya tdk susah bikin sirkuit di Indonesia (toh sangat luas wilayahnya)…
tapi membangun sirkuit yg tidak sekedar sirkuit balap, banyak pertimbangan dr sisi transortasi, akomodasi, sampai nilai jual sirkuit yang harus lengkap dan tersedia. melihat aspek tersebut tentu Bali yang sangat potensial akomodasi (Hotel & penginapan) akses (Direct flight dr Luar Negri), masyarakt yg ‘familiar’ dgn bhs inggris dan sekaligus tempat wisata yg sdh ada.
Namun Bali tetap harus mempertahankan adat & budaya’nya (sbg daya tarik wisata) yg terkadang tidak sejalan dengan kebutuhan akan pembangunan modern… makanya ijin pemerintah maupun masyarakat setempat yang menjadi problem utama. di satu sisi Bali harus tetap terjaga, di sisi lain Bali harus mampu mengakomodir perkembangan ekonomi yg terjadi… itu mgkin yg menjadi kendala kenapa sulit bangun sirkuit dimari walu sdh 20 th lalu wacana ini ada… CMIIW
iya mas. masih dari namanya motogp, bali sempat diisukan bakal punya sirkuit tapi bukan di nusa dua tapi jembarana (bali barat). tapi ga ada kelanjutannya. sekarang klo bener ya oke lah. deket berarti nontonnya hehehe..
—
http://www.dk8000.co.nr
iya dlu wacana itu sempat ada… klo di jembrana mungkin lebih murah harga tanahnya, cm dari segi akomodasi dan transportasi susah.. byangin mas bro dr denpasar nglewatin daerah Selemadeg smp perkutatan apa g rawan macet tuh.. blm lagi klo ada truk mogok
… ya smoga bs terwjud di Nusa Dua
bener bro.. semoga saja. btw, mas yanu posisi sepertinya di bali ya?
Saran gw sih konsepnya lebih bijak dibangun seperti di Singapore dan Valencia sehingga lintasannya didalam resort, selain biaya lebih murah dari pada membangun sirkuit permanen juga bisa bersahabat tidak mengganggu alam dan ketenangan alam bali dijamin lebih cepat balik modal.. semoga saja.